Jumat, 15 Juli 2011

Tips Menulis Resume

“Resume yang menarik sangat memungkinkan seorang pelamar untuk mendapat panggilan wawancara kerja,” ujar Alia Gemala dari Alamcvpro, Professional Resume Consultant. Alia menyarankan, surat lamaran yang dikirim pelamar sebaiknya berbentuk resume (ikhtisar mengenai data diri) ketimbang curriculum vitae (riwayat hidup). Hal itu dengan catatan tidak ada permintaan khusus dari penyelenggara pekerjaan.

Resume dan CV berbeda. Perbedaan antara Resume dan CV adalah, resume hanya perlu memuat informasi yang berhubungan dengan keprofesionalan seseorang. Sementara CV menuntut pemuatan informasi personal yang tak ada hubungan langsung dengan keprofesionalan.

Kelebihan lainnya, resume maksimal dua halaman, sementara CV bisa berlembar-lembar halaman. “Padahal asumsinya, penyelenggara pekerjaan harus membaca banyak lamaran yang masuk sehingga hanya punya waktu sedikit untuk membaca setiap detail lamaran yang datang,” tandas Alia. Membuat Resume memancing Wawancara.

Pada dasarya resume adalah tulisan yang menyajikan informasi yang jelas, ringkas, dengan format yang rapi. Dari prinsip dasar tersebut dapat diturunkan menjadi beberapa langkah dalam membuat Resume dalam kaitannya untuk memancing wawancara:

1. Buatlah informasi yang jelas dan ringkas.
Informasi yang jelas dan ringkas yaitu informasi yang berhubungan dengan keprofesionalan seseorang. Informasi yang tidak berhubungan dengan keprofesionalan adalah informasi yang cenderung personal, seperti status perkawinan, jumlah anak, agama, golongan darah, serta riwayat pendidikan. “Informasi yang cenderung personal seperti itu memang sebaiknya tidak dicantumkan. Sebab, keterangan semacam itu bisa memancing anggapan-anggapan tertentu yang bisa kurang menguntungkan pelamar. Sementara untuk mengetahui kualitas pelamar yang lebih dalam kan melalui wawancara. Anggapan negatif bisa menyempitkan peluang pelamar memperoleh wawancara,” ujar Amir Basuki dari Alamcvpro menambahkan.

2. Jangan terjebak untuk menampilkan resume dengan membuat format yang menarik tetapi mengabaikan isi.
Mengorganisasi informasi diri adalah hal penting yang harus mendapat perhatian pelamar. Seorang pelamar sebisa mungkin bisa menonjolkan potensi dirinya, misalnya melalui pencapaian-pencapaian (accomplishment) yang pernah mereka perbuat. “Seorang pelamar kerap kali terlupakan menyajikan accomplishment mereka, tetapi hanya menjabarkan responsibility (tanggung jawab) pada pekerjaan mereka sebelumnya. Padahal, accomplishment bisa menjadi semacam garansi bahwa si pelamar ini dapat bekerja baik dalam berbagai situasi,” tandas Alia. “Namun, Anda jangan pula terjebak menuliskan promosi jabatan sebagai bagian dari prestasi atau pencapaian itu. Kalau promosi tersebut ukurannya enggak jelas, bisa saja calon penyelenggara pekerjaan berpikir bahwa promosi itu subyektif. Bisa saja kan, misalnya karena dia pandai melayani bos lamanya,” ujar Amir.

3. Anda tetap harus jujur .
Di dalam resume anda, jika ada suatu proyek yang pernah dijalankan berhasil, dan itu merupakan kerja tim, sebutkan bahwa anda merupakan bagian dari tim tersebut, bukan prestasi individual.

4. Bagi pelamar kerja yang belum berpengalaman, misalnya lulusan perguruan tinggi, mencantumkan kegiatan-kegiatan selama masa kuliah tidak ada salahnya.
Namun, sebaiknya hanya mencantumkan kegiatan yang sekiranya cukup penting dan ada pencapaian yang berhasil diperolehnya melalui kegiatan tersebut. “Saya tidak menganjurkan pencantuman berbagai seminar yang pernah diikuti. Itu kurang relevan dan hanya menambah panjang lembar resume saja,” kata Amir.

5. Hindari menuliskan kalimat-kalimat muluk yang tidak terukur dalam surat lamaran.
Seperti lazimnya resume dan surat lamaran (cover letter) masa kini ditulis dalam bahasa Inggris. Amir mencontohkan kalimat, having strong managerial skill (memiliki kemampuan manajerial yang kuat). “Apakah kalimat dalam surat lamaran itu ada penjelasan di dalam resumenya? Terkadang tidak, jadi hanya kalimat-kalimat muluk yang tidak ada ukurannya untuk diketahui penyelenggara kerja saat membaca,” ujar Amir. Jika pelamar ingin menuliskan deskripsi diri dengan kalimat-kalimat “tinggi”, sebaiknya juga menyertakan bukti konkret dan relevan dalam resume. Kesalahan yang sering diperbuat oleh pelamar, terutama pelamar yang belum berpengalaman adalah mencontoh Resume orang lain. Hal ini dapat merugikan karena setiap orang mempunyai karakter yang berbeda. Nah, dimulai dari penjabaran diatas, mengapa tidak anda membuat Resume diri anda sendiri untuk memancing wawancara? [sumber: KCM]

0 komentar:

Poskan Komentar

Admin

 
 
Copyright © Duniakerja
Designs By adsensecepat